USTADZ YUSUF MANSUR
Patungan Usaha sendiri awalnya berawal dari twitter saya, yang
menyoroti persoalan cengkraman asing. Banyak sumber daya alam
Indonesia, dan peluang-peluang bisnis di Indonesia justru dinikmati
bukan oleh rakyatnya. Di ANTV sempet saya angkat persoalan ini. Saya
yang tidak tahu apa-apa memberi contoh, ada 300 rumah, di satu komplek
perumahan. Tentunya 300 rumah dengan isi kira-kira 5 orang, adalah
pasar tersendiri. 1500 orang di dalamnya butuh makan, minum, pendidikan,
apotik, bengkel, salon, bank, dll. Tapi tidak ada satupun dari 1500
orang ini yang melihat peluang ini. Bahkan untuk urusan bayar listrik
dan kebersihan. Akhirnya peluang ini dinikmati orang di luar perumahan
ini. Datang yang membuka rumah makan sunda, rumah makan padang, rumah
makan warteg, café, restaurant. Datang dari luar membuka salon, pangkas
rambut, pendidikan playgroup, TK, SD. Datang pula yang buka bengkel,
toko sepeda, maenan, supermarket. Bahkan datang orang luar membebaskan
tanah-tanah di sekitarnya, lalu membangun perumahan yang lain,
pertokoan, dan pasar. Seluruh potensi ekonomi yang terdorong jadi ada,
dimanfaatkan orang luar.
Ini bukan contoh yang sempurna untuk menggambarkan kondisi
Indonesia saat ini. Sebab masih ada sebab-sebab lainnya. Seperti soal
kebijakan, soal keserakahan, dan lain-lain. Akan halnya perumahan tadi,
bagus sih, membuat roda ekonomi orang lain jadi bergeliat. Semua tetap
alhamdulillaah. Saya sepakat, karena itu alat-alat vital,
sumber-sumber daya vital, dikelola oleh Negara. Mestinya, he he he.
Untuk kemakmuran rakyat. Tambah lagi, mestinya, he he he.
Akan halnya pesantren, boleh kan kita juga berdagang, ikut
mencicipi ekonomi dan usaha yang timbul, sepanjang sehat, bersih,
halal. Kayak pesantren, pesantren sekian tahun ke depan bakal 10rb-an
santrinya. Ini tentu punya kebutuhan jangka panjang yang besar sekali.
Kebutuhan akan beras, sayur mayur, daging, ikan, telor, bumbu-bumbu,
lauk pauk, pakaian, laundry, air, listrik, kebersihan, keamanan,
alat-alat tulis dan perkantoran, dan sederet panjang lagi kebutuhan.
Keberadaan pesantren, bagus sekali untuk memacu geliat ekonomi kampong
yang ditempati pesantren tersebut. Karena itu pesantren umumnya
bekerjasama dengan warga untuk memanfaatkan potensi ini. Pesantren buka
persawahan, perkebunan, pertanian, supermarket, dan lain-lain.
Gagasan PatunganUsaha untuk menjawab ini. Salah satunya
kebutuhan akan transportasi dan penginapan. 10rb-an santri tentu akan
menghadirkan 20rb-an orang yang terdiri minimal dari ayah dan ibunya,
yang berpotensi berkunjung ganti berganti setiap hari dan pekannya. Ini
adalah peluang. Termasuk antar jemput dari terminal, stasiun, dan
bandara.
Saya lalu mengajak kawan-kawan untuk Patungan Usaha.
Ke depan akan dikembangkan menjadi “beli ulang” Indonesia.
Bersama-sama, kita bisa beli perusahaan telco (telekomunikasi),
perbankan, asuransi, maskapai penerbangan, dll. Tinggal patungan.
Indonesia Negara besar. Penontonnya Wisatahati Antv saja udah bukan
maen jumlahnya. Jutaan. Jika pada patungan 1 juta aja? 1 juta orang?
Wow… Sudah berapa tuh modal yang bisa didapat.
Tapi ini semua di atas kertas. Perlu pembuktian. Lalu saya di
pertengahan 2012 mengajak jamaah utntuk sedikit beraksi. Saya buka dah
batch I dan batch II patungan usaha. Saat itu per lembar, 1jt.
Alhamdulillaah terkumpul 1000-an orang, dengan dana kurang lebih 1,5M.
Alhamdulillah mulailah diset-up ini dan itu. Tapi ya masih
terus perjalanan. Buku contohnya. Bakal dirilis dengan dana ini,
patungan usaha untuk penerbitan dan percetakan. Tapi ya tetap saya
musti menyelesaikan bukunya sampe sempurna. Perjalanan ini butuh waktu.
Khususnya sebab waktu saya, he he he. Banyak jadwal tausiyah. Di saat
yang bersamaan, dirilis dah kondotel.
Beberapa saat sebelum saya ketemu dengan owner hotel dan
apartemen ini, saya sudah rilis di twitter, bahwa dana akan sepenuhnya
digunakan untuk kondotel. Saya sebenernya sudah mulai memanggil
desainer, kontraktor, dan lain-lain persiapan. Untuk dua tempat,
ketapang dan tangerang. Subhaanallaah, malah dapat hotel dan apartemen
ini.
Kembali lagi ke urusan hotel dan apartemen.
Sodara saya mengatakan kepada saya, pengen bebas dari riba.
Hotel dan apartemennya ga ada masalah. Kecuali pengen lepas dari riba. 2
tower udah berdiri konstruksinya. Pakai Waskita sebagai pemborongnya.
Beliau minta saya mencarikan bank syariah sebagai pengalih kredit.
Saya sendiri masih mengajak beliau untuk berdiskusi lagi dengan
yang lebih ahli soal hukum perbankan. Untuk urusan fiqh saya selalu
merasa bodoh. Ga mampu. Tappppiii, saya mencium peluang. Apa
peluangnya? Saya ga punya bank, tapi saya punya jamaah. Tinggal bilang
doang sama jamaah, ngumpul dah duit. Untuk sedekah aja bisa, apalagi
untuk usaha yang halal.
Bismillaah saya tanya, di mana itu hotel dan apartemennya?
Beliau jawab, “Di deket bandara…”
Terus terang, saya mau lompat rasanya. Tapi saat itu pertemuan
keluarga besar. Dan saya pun sedang menggendong anak saya.
“Deket bandara?”, Tanya saya.
Bukannya apa-apa, 2-3 bulan sebelomnya, saya menemui kyai sepuh
Tangerang, Kyai Fattah. Beliau prihatin dengan lingkungan bandara.
Kemajuan bandara, ga diimbangi dengan pendidikan ruhani dan kesempatan
ummat Islam untuk menunjukkan karya. Beliau punya tanah di dekat
bandara. Persis di samping bandara. 1ha kurang lebihnya. Ditawarkan ke
saya. “Udah banyak yang mau, tapi ga jelas buat apa…” begitu kata Kyai
dan keluarganya. Saat itu saya udah usul juga, bangun hotel syariah
aja.
Tapi kemudian obrolan terhenti, sebab kyai semakin drop.
Keluarga menunggu dulu kyai sehatan utnuk melanjutkan pembicaraan ini.
Nah, tiba-tiba saya dikejutkan dengan hotel dan apartemen ini. “Deket bandara…”
“Seberapa dekat…?” tanya saya.
“5-10 menit dari bandara…”
“Wuah, deket itu…”
Malam itu juga saya pamit sama ibu dan istri, serta anak-anak.
Untuk melihat langsung. Sementara ibu, istri dan anak-anak, pulang.
Saya takjub. 2 tower masing-masing 12 lantai, sudah jadi.
Totalnya 300 kamar. Tinggal finishing dan furniturenya saja. Bahkan
udah ada kamar contoh.
“Hanya sedikit sentuhan saja, jadi nih hotel…”
Saya yakinkan beliau, bahwa insya Allah saya akan take-over.
Beliau juga disebut punya masalah, ya punya masalah. Tapi soal
penjualan. Jika penjualan kamar-kamarnya telat, maka akan “kemakan
bunga”. Kalo jualnya satu-satu akan habis buat bayar bunga saja.
Langkah pertama saya adalah memetakan masalah awal, jangka
pendek, jangka menengah dan masalah jangka panjang. Insya Allah ga
sulit. Saya ada dana 1,5M dana patungan usaha dari batch I dan II.
Langsung saya bayarkan untuk pembayaran bunga berjalan beliau, dan
pembayaran ini itu yang sifatnya jangka pendek.
Strategi kemudian saya jalankan. Saya atas izin Allah mengenal
beberapa operator hotel dan apartemen. Salah satu yang punya nama dan
saya dekat sekali adalah HORISON. Saya langsung kontak petingginya,
dan seketika juga saya dapat dukungan. “Lokasinya cantik Pak Ustadz,”
tutur Pak Ridwan, CEO nya Horison. “Bisa ini menjadi hotel dan
apartemen dengan tingkat hunian yang sangat tinggi…”
Saya ngaminin. Bila segmentasi pasar umrah saja saya bidik,
maka 300 kamar ini ga ada apa-apanya. Kurang malah iya. Puluhan ribu
jamaah umrah tiap bulannya berangkat. Belom dihitung keluarga
pengantarnya, kerabatnya, dan kawan-kawannya. Belom kalo
komunitas-komunitas, kayak perusahaan, pengajian besar, suka nginep
dulu. Pelepasan. Belom kalo ada delayed. Jamaah umrah saya pernah
kelimpungan nyari hotel. Saat satu kali pernah delayed, 300-an jamaah
umrah, puyeng tuh nyari hotelnya. Akhirnya sampe ke pecenongan. Dan
tidak sedikit yang mental sampe ke Bogor dan Bekasi. Sebab emang hunian
penuh. Ke depan, bisnis hotel dan apartemen masih sangat-sangat
propektif di dekat bandara.
Belom lagi untuk walisantri yang mau nginep. Dengan posisi dan
lokasi yang relatif dekat dari dan ke pondok, maka hotel dan apartemen
ini sangat cocok buat walisantri dari berbagai daerah dan manca
Negara. Ditambah lagi dengan program kunjungan biasa. Kunjungan pondok
dari ibu-ibu dan bapak-bapak senusantara, insya Allah 300 kamar ini
optimis bakal penuh terisi sepanjang tahun.
Inilah Allah. Al Hadi. DIA Yang Maha Memberi Petunjuk. Kita baru mau bikin, eh udah ada.
Insya Allah niat baik saya dan kita semua, berjamaah dalam kebaikan,
berniaga yang halal lagi menguntungkan, mudah-mudahan menambah berkah.
Di awal-awal saya ngajak jamaah patungan usaha, ditanya usahanya apa?
Saya terus terang bilang ga paham. Ga tau. Sebab emang ga tau. Bayangan
sih ada. Misalnya dijelaskan di awal, kondotel. Atau palingan buka
franchise atau cabangnya Masmono (ABMM ayam bakar masmono), Masjoddie
(Waroeng Steak&Shake, Waroeng penyet atau Bebek Haji Slamet). Atau
buka rumah makan Cibiuk. Punya Haji Iyus. Alhamdulillaah ternyata Allah
tunjukkan yang lain. Yang lebih siap.
Tanpa yang lain tau, mudah-mudahan bukan riya, melainkan berita gembira
dan motivasi, saya berdoa siang malam minta petunjuk. Hingga Allah
kemudian menunjukkan jalan-Nya. |
Hotel dan Apartemen ini kembali
bergeliat. Untuk jangka pendek, saya masih memperpanjang kreditnya
dengan BTN. Saya mohon ampun sama Allah. Kebijakan ini saya ambil,
supaya proyek ga mandek. Nanti kalo patungan usaha udah ngumpul
duitnya, saya langsung tutup hutang ke banknya. Kredit yang semula
kredit konstruksi, diubah menjadi kredit investasi jangka panjang.
Dibuat 8-10 tahun. Pihak Horison sudah presentasi ke saya, insya Allah
dari hasil penyewaan kamar dan F&B, optimis bisa bayar angsuran dan
pokoknya ke bank. +surplus.
Kamar tidak usah dan tidak perlu dijual unit per unitnya. Saya
mengajak jamaah bukan untuk memiliki unit per unitnya. Melainkan untuk
memiliki langsung hotel dan apartemennya. Sebagai pemilik.
Hotel dan apartemen ini saya bandrol 150M (seratus lima
puluh milyar). Dibagi 12500 lembar patungan usaha @ Rp12.000.000,-.
Per patungan usaha bisa dimiliki oleh 1 orang atau bahkan lebih. Atau
bisa dimiliki oleh komunitas, lembaga, silahkan saja.
Ilustrasi bagi hasil dari penyelenggaraan hotel dan
apartment dari Horison ( sebagai Mitra Pengelola ) bisa mencapai,
diperkirakan sekitar 8% per tahun. Lebih besar dari sekedar naro uang
begitu saja di tabungan. Anggap aja mindahin tabungan Rp 12.000.000,-
lebih, tapi saudara jadi punya hotel & apartment. Duit tetap
berkembang , bahkan bisa balik modal + tetap dapat bagi hasil selama
usahanya tetap ada.
Dan insya Allah ada cashback/refund, sampe dengan 100%
di tahun ke-10, +tetep tercatat sebagai pemegang/pemilik hotel dan
apartemennya.
Belom lagi pahalanya, he he he.
Saya pake he he he, sebab biasanya kalo udah urusan bisnis,
pada ga mau liat pahala. Padahal pahala juga gede banget-banget.
Coba lihat ya, menyediakan kamar dan transportasi untuk mereka
yang mau ke tanah suci? Subhaanallaah kan? Belom lagi menyediakan
makannya juga dan minumnya selama mereka di hotel dan apartemen kita.
Meskipun mereka bayar, namun saya kira sisi ini tetap ga hilang.
Bila sebelumnya jamaah-jamaah umrah, dan jamaah yang menginap
di hotel, ga tau bekas siapa dan bekas apa kamarnya, he he he, paham
ya? Siapa tau tuh kasur tuh kamar dipake buat bermaksiat. Nah, di kamar
hotel dan apartemen kita, ga bakal ada gitu-gituan. Dijamin. Insya
Allah. Dengan system tentunya.
Ditambah lagi dengan ide untuk menempatkan 2-3 ustadz terdidik,
terlatih, berpengalaman, sebagai tempat nanya-nanya jamaah yang akan
berangkat haji dan umrah. Tambah berkah dah. Jamaah bisa nanya-nanya
apa saja seputar fiqh dll.
Hotel dan apartemen ini juga akan dapat untung dari perjalanan
training, penyewaan ruang-ruang rapat, yang semuanya insya Allah dalam
ikhtiar return diperkirakan sekitar 8% per tahun dan cashbacknya. Insya
Allah.
Habis proyek ini selesai, kita akan melangkah mantab ke
Patungan Usaha beli hotel di Mekkah dan Madinah. Insya Allah 1-2 lantai
aja mah bukan mimpi dah. Dan emang dijual koq di sana dengan cara
begini.
Kita juga akan melangkah pada Patungan Usaha beli pesawat buat
umrah. Nanti jamaah pake pesawat kita. Tentu kita belom akan bikin
maskapai penerbangannya sendiri. Tapi kan bisa disewain ke garuda,
Lion, Batavia, Sriwijaya, atau Emirats dan Saudi. Toh mereka juga kalo
kekurangan pesawat suka carter.
Bukan mimpi pula jika kita canangkan untuk membeli perbankan
yang dimiliki oleh asing dan perusahaan telco. Juga oil ‘n gas. Insya
Allah bukan mimpi. Asal ada aksi nyata, dan doa. Aamiin.
Ok, selamat datang buat semua kawan-kawan Patungan Usaha.
Khusus yang udah transfer duluan, batch I dan II, insya Allah ada
penghargaan dan hadiah khusus dari saya dkk. Saya belom bisa bilang apa
hadiahnya. Ada dah. Mengingat Saudara sudah naroh di saya sudah lebih
dari 3 bulan.